*/

Tuesday, May 10, 2016

PENTINGNYA MEMAHAMI LINGKUNGAN HIDUP


Pentingnya Memahami Lingkungan Hidup,- Dimasa modernisasi seperti saat ini, memikirkan Lingkungan Hidup merupaka suatu hal yang wajib, dimana pembangunan yang terus dilakukan tanpa memikirkan Lingkungan Hidup maka tidak akan tercapai suatu keseimbangan alam, dan hal ini akan berimbas pada kehidupan manusia.

Pengertian
Secara etimologi Lingkungan Hidup berasal dari dua suku kata, yaitu lingkungan yang berarti sebuah daerah atau kawasan, dan suku kata kedua adalah hidup yang berarti masih terus ada, bergerak, dan bekerja sebagaimana mestinya.
Menurut para ahli
1.      Emil Salim, lingkungan hidup diartikan sebagai benda, kondisi, keadaan dan pengaruh yang terdapat dalam ruang yang kita tempati dan mempengaruhi hal yang hidup termasuk kehidupan manusia.
2.      Soedjono mengartikan lingkungan hidup sebagai lingkungan fisik atau jasmani yang terdapat di alam. Pengertian ini menjelaskan bahwa manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan dilihat dan dianggap sebagai perwujudan fisik jasmani.
3.      Otto Soemarwoto berpendapat bahwa lingkungan hidup merupakan semua benda dan kondisi yang ada dalam ruang kita tempati dan mempengaruhi kehidupan kita. Menurut batasan tersebut secara teoritis ruang yang dimaksud tidka terbatas jumlahnya. Adapun secara praktis ruang yang dimaksud selalu dibatasi menurut kebutuhan yang dapat ditentukan.
4.      Sambas Wirakusumah Lingkungan merupakan semua aspek kondisi eksternal biologis, dimana organisme hidup dan ilmu-ilmu lingkungan menjadi studi aspek lingkungan organisme itu.
Menurut Undang – Undang No. 32 Tahun 2009 Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi alam itu sendiri, kelangsungan perikehidupan, dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain.
Dari beberapa pengertian di atas, penulis menyimpulkan bahwa Lingkungan hidup adalah semua aspek kehidupan yang menyangkut dengan manusia dan perilakunya serta alam semesta.
Kualitas Lingkungan Hidup yang terjaga akan menjadikan keseimbangan dalam kehidupan manusia, dimana lingkungan hidup yang terjaga akan memenuhi apa yang akan di butuhkan manusia, hewan, tumbuhan, dll. Berikut beberapa peran lingkungan hidup untuk kehidupan.
1.      Sebagai sumber unsur hidup manusia
Lingkungan hidup mempunyai peran vital dalam kehidupan manusia, dimana lingkungan hidup akan menyediakan unsur kehidupan manusia, seperti oksigen, air serta mineral yang sangat di butuhkan manusia.
2.      Tempat beraktivitas
Dalam hal ini lingkungan Hidup menjadi tempat aktivitas manusia, hewan, serta tumbuhan dilaksanakan.
3.      Sumber pemenuhan kebutuhan manusia
Setiap kebutuhan manusia telah di sediakan tuhan di alam, melalui Lingkungan Hidup yang terjaga inilah rantai kehidupan akan selalu tersedia.
Peran manusia untuk menjaga lingkungan hidup memang sangat penting, dan manusia yang mau menjaga lingkungan hidup berarti dia telah menjaga kehidupan makhluk, termasuk dirinya sendiri, maka tidak pantas bila manusia mengelak untuk menjaga Lingkungan Hidup. Itulah sedikit celoteh saya, mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua, dan semoga coretan saya mampu mendorong kita untuk selalu menjaga alam.
baca juga MANUSIA SAHABAT ALAM

Thursday, February 4, 2016

Pemanasan global (Global Warming) bersumbangsih atas kepunahan flora dan fauna

       Perubahan lingkungan, sudah secara nyata dan mudah dirasakan sekarang ini. Udara di sekitar dirasakan lebih panas dari biasanya, udara dirasakan tidak segar lagi di pagi hari tatkala mentari terbit di ufuk timur. Udara pun jarang memperlihatkan wajah bersih dan cerah tatkala kita pandangi. Ini menandakan bahwa udara di sekitar kita sudah tidak bersih lagi, telah mengalami pengotoran atau pencemaran.
      Peningkatan suhu bumi sudah secara nyata dirasakan oleh masyarakat awam. masyarakat merasakan suhu tak sedingin dulu, mandi di waktu subuh tidak lagi membuat badan menggigil. Banyak sebab udara tercemar yang menyebabkan kualitas udara menjadi buruk. diantaranya akibat pembakaran bahan bakar fosil (minyak bumi dan batu bara). Pembakaran BBF mengemisikan gas CO2 (karbondioksida) ke atmosfer dan terus-menerus terakumulasi dan meningkatkan konsentrasi CO2 atmosfer / udara. Sebab itu, Gas CO2 kini bukan lagi sebagai komponen alamiah atmosfer bumi, tetapi berstatus sebagai zat pencemar. Gas CO2 yang pekat di atmosfer menghalangi pantulan sinar mata hari dari bumi kembali keatas permukaan bumi, dan ini menyebabkan meningkaatnya suhu udara. Fenomena ini dikenal segai green house effect atau efek rumah kaca. Efek rumah kaca telah betul-betul meningkatkan suhu udara, bukan hanya pada lingkup lokal tetapi sudah mencapai skala global sehingga dikenal sebagai pemanasan bumi atau pemanasan global (global warming). Peristiwa efek rumah kaca tidak hanya berakhir di meningkatnya suhu bumi, melainkan berantai pada dampak yang lain yakni meningkatnya permukaan air laut akibat mencairnya es di kutub dan di gunung-gunung pencakar langit yang kemudian menyebabkan naiknya permukaan air laut. Efek rumah kaca pun menyebabkan perubahan iklim (climate change). Peningkatan permukaan air laut menjadi ancaman masalah banjir besar bagi negara kita. Indonesia memiliki garis pantai yang sangat panjang, Bisa dibayangkan bagaimana menderitanya penduduk di daerah pesisir menghadapi banjir permanent karena air laut naik ke daratan pesisir. Perubahan iklim global akan berdampak pada kepunahan jenis hidupan liar flora dan fauna, karena tidak mampu beradaptasi terhadap suhu yang panas dan perubahan iklim. Keanekaan jenis hayati Indonesia tak ubahnya seperti bank-bank gen raksasa yang menjanjikan keuntungan sangat besar di masa datang untuk diteliti, dikembangkan dan dimanfaatkan menjadi bahan pangan baru, sumber energi, bahan baku industri, dan bahan obat baru, suatu kerugian yang sangat besar, yang sulit dihitung nilainya, bila terjadi kepunahan atas flora dan fauna di Indonesia

Thursday, January 28, 2016

ETIKA DI ALAM BEBAS

etika di alam bebasETIKA DI ALAM BEBAS.- Manusia merupakan makhluk yang mempunyai akal budi, akal budi mampu menilai akan suatu hal, meskipun kadang sesuatu hal tersebut tidak bisa dinilai dengan angka, namun akal budi mampu menilai baik atau buruk suatu hal tersebut.
Salah satu hal yang tak mampu di nilai dengan angka adalah etika, Dimanapun manusia berada tak luput dari etika, termasuk ketika manusia di alam bebas, inilah yang akan membedakan antara manusia dengan hewan.
Istilah "etika" berasal dari bahasa Yunani yaitu ethos yang berarti tempat tinggal yang biasa; padang rumput, kandang; kebiasaan, adat; akhlak, watak; perasaan, sikap, cara berfikir, atau etha (dalam bentuk jamak) yang berarti adat kebiasaan. Jadi etika dapat berarti ilmu tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan. Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia yang lama, etika dijelaskan sebagai ilmu pengetahuan tentang asas–asas akhlak (moral), sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yang baru, etika diartikan sebagai (1) Ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (ahklak); (2) kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak; (3) nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat.
Kelompok penggiat alam memerlukan suatu pegangan yang menyangkut hal-hal yang boleh dilakukan atau tidak boleh dilakukan berkaitan dengan kegiatannya. Etika dalam prakteknya memiliki arti yang sama dengan moral, yang keduanya berhubungan dengan tingkah laku manusia dan menjadi tolok ukur tingkah laku manusia yang bersangkutan. Tolok ukur ini mengacu pada benar dan salah, baik dan buruk dalam melakukan interaksi di alam bebas. Dalam bertingkah laku, khususnya di alam kita perlu menerapkan beberapa hal, diantaranya melindungi alam, pengendalian diri, kesederhanaan, dan tanggungjawab.
Etika di alam bebas mempunyai prinsip pelestarian. Maksudnya adalah dalam berpetualang di alam bebas penggiat alam harus mengelola sumber daya alam yang menjamin pemanfaatannya secara bijaksana dan menjamin kesinambungan persediaannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas nilai dan keanekaragamannya, upaya pelestarian sumber daya alam beserta ekosistemnya dengan tujuan mempertahankan sifat dan bentuknya, pelestarian terhadap satwa atau tumbuhan.
Secara umum etika di alam bebas menekankan hal-hal berikut :
1.  Manusia adalah bagian dari alam
2.  Menekankan hak hidup mahluk lain, walaupun dapat dimanfaatkan oleh manusia, tidak boleh diperlakukan sewenang-wenang
3.  Prihatin akan perasaan semua mahluk dan sedih kalau alam diperlakukan sewenang-wenang
4.  Kebijakan manajemen lingkungan bagi semua mahluk
5.  Alam harus dilestarikan dan tidak dikuasai
6.  Pentingnya melindungi keanekaragaman hayati
7.  Menghargai dan memelihara tata alam
8.  Mengutamakan tujuan jangka panjang sesuai ekosistem
9.  Mengkritik sistem ekonomi dan politik dan menyodorkan sistem alternatif yaitu sistem mengambil sambil memelihara.

Wednesday, January 27, 2016

Belajar dari kegiatan di alam bebas


Belajar dari Kegiatan di Alam Bebas.- Banyak yang mengatakan bahwa kegiatan di alam hanyalah sekedar senang-senang dan juga hanya menghambur-hamburkan uang, namun menurut saya kegiatan di alam bebas banyak sekali manfaatnya. Diantaranya:
Ø  Menghilangkan Kejenuhan
kegiatan di alam bebas merupakan sebuah kegiatan yang menghilangkan kejenuhan, karena kegiatan di alam akan selalu di hibur oleh alam semesta, seperti suara burung, hewan, pemandangan yang indah, dan masih banyak lagi.

Ø  Menjadi Sarana untuk Bersosialisasi
Dalam belajar di alam menjadikan kita akan lebih terbuka terhadap orang lain, karna di alam kita akan lebih sering bertemu dengan orang lain yang tentunya belum kita kenal, di bandingkan hanya main gagget di kamar.

Ø  Memperkuat Ketahanan Fisik
Tanpa di sadari melakukan kegiatan di alam ternyata juga menjadikan badan kita sehat dan meningkatkan ketahanan fisik, itu karena kita lebih sering bergerak meski tidak ada niatan untuk olahraga. Ini merupakan olahraga yang menyenangkan dan tidak membosankan.

Ø  Meningkatkan Kreativitas
Dalam beraktifitas di alam bebas kita akan menjadi lebih kreatif . alam menuntut kita untuk selalu kreatif, memanfaatkan apa yang kita punya, kita lihat dan juga kita rasakan. Alam juga menuntut kita agar kita mampu menggunakan peralatan yang kita punyai lebih dari satu manfaat

Ø  Mengendalikan Emosi
Untuk berfikir di alam bebas kita perlu kesabaran yang ekstra. Selain itu keadaan alam sering kali menjadikan kita harus bersabar

Ø  Merangsang Kecerdasan Otak
Alam terbuka merupakan sarana luas bagi kita untuk belajar tentang segala hal.  Eksplorasi tersebut bisa meningkatkan rasa ingin tahu kita terhadap berbagai aspek kehidupan yang baru kita temui.

Ø  Memperlihatkan Sifat Seseorang
Kegiatan di alam bebas mampu memperlihatkan sifat dasar seseorang, dalam keadaan tubuh yang lelah seseorang biasanya tidak mampu menahan emosionalnya, karna itu kegiatan di alam bebas mampu memperlihatkan sifat seseorang, orang yang egois, individual, mandiri, manja, semua akan terlihat.
Itulah beberapa manfaat dari kegiatan di alam bebas, semoga bermanfaat, selamat mencoba dan juga selamat belajar di rimba

Saturday, December 12, 2015

MANUSIA SAHABAT ALAM


sahabat alam
Dizaman yang serba modern, peralatan yang semakin canggih sehingga dapat mempermudah kehidupan manusia, peralatan yang semakin modern menjadikan manusia semakin ketergantungan akan peralatan-peralatan tersebut, manusia tak akan pernah puas akan setiap hasil yang dicapainya, semakin manusia meraih lebih tinggi maka dia akan selalu mempunyai keinginan untuk menggapai yang lebih tinggi lagi.

Itu semua bukanlah suatu kesalahan, kita tidak bisa memungkiri bahwa kita memang mebutuhkan hal itu, pembangunan semua untuk memajukan kehhidupan manusia, namun yang perlu kita benahi disini sudahkah kita menjadi orang yang bijak??? mampukah kita mengatur waktu??? dapatkah kkita meluangkan waktu sekedar memperhatikan apa yang terjadi pada saudara kita??? adakah dalam benak kita apa yang terjadi pada alam??? apa yang di butuhkan alam??? sehingga kita mau berbuat nyata untuk menjaga alam.....

Pembangunan terus berjalan demi tergapainya sebuah kemudahan dan kesejahteraan manusia, pembangunan tersebut di iringi sebuah konsep yang berbasis lingkungan dan juga memperhatikan lingkungan, semakin lama konsep-konsep tersebut semakin tersusun dengan indah, seakan tak ada yang salah dengan konsep-konsep tersebut, ya, memang begitu indah konsep-konsep pembangunan berbasis lingkungan, sebuah konsep yang dapat menjadi sebuah jalur menuju kesejahteraan manusia, konsep yang akan menjadikan lingkungan menjadi sahabat yang dapat di ajak jalan bersama dengan manusia, begitu itu indah kata-kata konsep tersebut.

Namun bagaimana dengan pelaksanaannya??? pembangunan terus berjalan, konsep terus berkembang, namun berkembangkah pelaksanaan konsep-konsep pembangunan yang berbasis lingkungan??? alam yang seharusnya menjadi sahabat manusia seakan memusuhi manusia, bencana terjadi dimana-mana.  mari coba kita renungkan atas apa yang terjadi dalam kehidupan ini. 

Dalam benak kita adakah pertanyaan salah siapakah ini??? apakah salah pemerintah? kesalahan dari dinas terkait? ataukah ini semua kesalahan pengusaha??? menurut saya itu bukanlah murni kesalahan mereka, namun kita juga andil dalam kesalahan tersebut, kita semua dapat mengkritisi pemerintah, dinas terkait, dan juga pengusaha, namun sudahkah kita menyampaikan kejanggalan-kejanggalan dari apa yang kita lihat, kita rasa, dan kita dengar??? jika tidak mampu akan hal itu, kita mulai dari hal kecil, sudahkah kita berbuat bijak atas sampah yang kita peroleh??? sudahkah kita berbuat bijak atas tanah yang kita punya??? dan sudahkah kita berbuat bijak atas lingkungan kehidupan kita sehari-hari??? 

Mari mulai dari hal yang kecil terlebih dahulu, kita mulai dari diri kita sendiri, membuang sampah dengan bijak, berbuat bijak atas apa yang kita miliki, dan meluangkan waktu hanya sekedar memberi perhatian kepada alam......