Perubahan lingkungan, sudah secara nyata dan mudah dirasakan sekarang ini. Udara di sekitar dirasakan lebih panas dari biasanya, udara dirasakan tidak segar lagi di pagi hari tatkala mentari terbit di ufuk timur. Udara pun jarang memperlihatkan wajah bersih dan cerah tatkala kita pandangi. Ini menandakan bahwa udara di sekitar kita sudah tidak bersih lagi, telah mengalami pengotoran atau pencemaran.
Peningkatan suhu bumi sudah secara nyata dirasakan oleh masyarakat awam. masyarakat merasakan suhu tak sedingin dulu, mandi di waktu subuh tidak lagi membuat badan menggigil. Banyak sebab udara tercemar yang menyebabkan kualitas udara menjadi buruk. diantaranya akibat pembakaran bahan bakar fosil (minyak bumi dan batu bara). Pembakaran BBF mengemisikan gas CO2 (karbondioksida) ke atmosfer dan terus-menerus terakumulasi dan meningkatkan konsentrasi CO2 atmosfer / udara. Sebab itu, Gas CO2 kini bukan lagi sebagai komponen alamiah atmosfer bumi, tetapi berstatus sebagai zat pencemar. Gas CO2 yang pekat di atmosfer menghalangi pantulan sinar mata hari dari bumi kembali keatas permukaan bumi, dan ini menyebabkan meningkaatnya suhu udara. Fenomena ini dikenal segai green house effect atau efek rumah kaca. Efek rumah kaca telah betul-betul meningkatkan suhu udara, bukan hanya pada lingkup lokal tetapi sudah mencapai skala global sehingga dikenal sebagai pemanasan bumi atau pemanasan global (global warming). Peristiwa efek rumah kaca tidak hanya berakhir di meningkatnya suhu bumi, melainkan berantai pada dampak yang lain yakni meningkatnya permukaan air laut akibat mencairnya es di kutub dan di gunung-gunung pencakar langit yang kemudian menyebabkan naiknya permukaan air laut. Efek rumah kaca pun menyebabkan perubahan iklim (climate change). Peningkatan permukaan air laut menjadi ancaman masalah banjir besar bagi negara kita. Indonesia memiliki garis pantai yang sangat panjang, Bisa dibayangkan bagaimana menderitanya penduduk di daerah pesisir menghadapi banjir permanent karena air laut naik ke daratan pesisir. Perubahan iklim global akan berdampak pada kepunahan jenis hidupan liar flora dan fauna, karena tidak mampu beradaptasi terhadap suhu yang panas dan perubahan iklim. Keanekaan jenis hayati Indonesia tak ubahnya seperti bank-bank gen raksasa yang menjanjikan keuntungan sangat besar di masa datang untuk diteliti, dikembangkan dan dimanfaatkan menjadi bahan pangan baru, sumber energi, bahan baku industri, dan bahan obat baru, suatu kerugian yang sangat besar, yang sulit dihitung nilainya, bila terjadi kepunahan atas flora dan fauna di Indonesia
Peningkatan suhu bumi sudah secara nyata dirasakan oleh masyarakat awam. masyarakat merasakan suhu tak sedingin dulu, mandi di waktu subuh tidak lagi membuat badan menggigil. Banyak sebab udara tercemar yang menyebabkan kualitas udara menjadi buruk. diantaranya akibat pembakaran bahan bakar fosil (minyak bumi dan batu bara). Pembakaran BBF mengemisikan gas CO2 (karbondioksida) ke atmosfer dan terus-menerus terakumulasi dan meningkatkan konsentrasi CO2 atmosfer / udara. Sebab itu, Gas CO2 kini bukan lagi sebagai komponen alamiah atmosfer bumi, tetapi berstatus sebagai zat pencemar. Gas CO2 yang pekat di atmosfer menghalangi pantulan sinar mata hari dari bumi kembali keatas permukaan bumi, dan ini menyebabkan meningkaatnya suhu udara. Fenomena ini dikenal segai green house effect atau efek rumah kaca. Efek rumah kaca telah betul-betul meningkatkan suhu udara, bukan hanya pada lingkup lokal tetapi sudah mencapai skala global sehingga dikenal sebagai pemanasan bumi atau pemanasan global (global warming). Peristiwa efek rumah kaca tidak hanya berakhir di meningkatnya suhu bumi, melainkan berantai pada dampak yang lain yakni meningkatnya permukaan air laut akibat mencairnya es di kutub dan di gunung-gunung pencakar langit yang kemudian menyebabkan naiknya permukaan air laut. Efek rumah kaca pun menyebabkan perubahan iklim (climate change). Peningkatan permukaan air laut menjadi ancaman masalah banjir besar bagi negara kita. Indonesia memiliki garis pantai yang sangat panjang, Bisa dibayangkan bagaimana menderitanya penduduk di daerah pesisir menghadapi banjir permanent karena air laut naik ke daratan pesisir. Perubahan iklim global akan berdampak pada kepunahan jenis hidupan liar flora dan fauna, karena tidak mampu beradaptasi terhadap suhu yang panas dan perubahan iklim. Keanekaan jenis hayati Indonesia tak ubahnya seperti bank-bank gen raksasa yang menjanjikan keuntungan sangat besar di masa datang untuk diteliti, dikembangkan dan dimanfaatkan menjadi bahan pangan baru, sumber energi, bahan baku industri, dan bahan obat baru, suatu kerugian yang sangat besar, yang sulit dihitung nilainya, bila terjadi kepunahan atas flora dan fauna di Indonesia
2 comments:
thank om
mantap
Post a Comment